Arsip Kategori: my ideas

Nilai Manusia, bukan Nyawanya…

Kembali ke beberapa tahun ke belakang yang saya tidak tahu tepatnya kapan, di zaman SMA, kisaran 2003-2006, yang pasti setelah saya mulai semakin peka terhadap hidup, bagaimana ia berjalan, bagaimana ia punya kejutan, dan bagaimana ia harus kita hadapi. Hidup yang sejak saat itu berjalan seiring dengan pikiran positif dari seseorang, sebuah keteguhan hati.

Saya sering berjalan-jalan dan melihat perbedaan diantara orang-orang yang saya temui, katakanlah ada yang beruntung, dan ada juga yang kekurangan, dan yang kekurangan itu bukan karena kurang usaha, tapi tidak cukup beruntung. Secara bijak kita bisa pandang itu sebagai keseimbangan, ada Sakit/Sehat, Besar/Kecil, Hidup/Mati, Kaya/Miskin.

Kemudian saya teringat berita di televisi, banyak terjadi peperangan, saling membunuh, saya tidak peduli untuk apa itu, tapi itu berlawanan dengan ajaran Islam, yang saya pegang,

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah melainkan dengan sesuatu yang benar.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami. (QS. Al-An’am 151)

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. (QS. Al-Maidah: 32)

Berarti nyawa manusia itu berharga, iya?!, itu kesimpulan yang saya dapat. Terpikir juga, kalau nyawa manusia se-berharga itu, sempat saya ingin berkorban, biar nyawa saya membantu orang lain yang kurang beruntung, misalnya saya berikan setahun hidup saya untuk ditukar dengan harta, untuk orang-orang kurang beruntung tersebut, yaah, pikiran sederhana remaja yang baru mengenal hidup, terlalu sederhana, tapi itu tulus.

Dan ternyata, setelah bertahun-tahun kemudian saya kembali berpikir, mana bisa itu terjadi, kejadian di bumi ini adalah sunatullah, dan pikiran tadi jelas diluar itu. Dan bukan nyawa yang ditukar dengan harta, tapi nilai yang ditukar dengan harta. Jika kita bernilai, maka kita bisa membagi hasil dari nilai kita dengan lingkungan kita. Nyawa manusia yang berharga adalah dari manusia yang paling bermanfaat untuk lingkungannya.

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

Wallahu’alam.

OpenGovernment : Negeri di Atas Awan

Di bayang wajahmu
Kutemukan kasih dan hidup
Yang lama lelah aku cari
Dimasa lalu
Kau datang padaku
Kau tawarkan hati nan lugu
Selalu mencoba mengerti
Hasrat dalam diri
Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kaubawa
Aku menuju kesana
Ternyata hatimu
Penuh dengan bahasa kasih
Yang terungkapkan dengan pasti
Dalam suka dan sedih

Katon Bagaskara ~ Negeri di atas awan

Teringat masa SD dulu, sekitar tahun 90-an akhir saya sering mendengar lantunan mas Katon di radio dengan lagu yang kemudian jadi kesukaan saya ini, ditambah lagi lagu berjudul Dinda, sampai sekarang masih terngiang di telinga, memang lagu yang bermakna.

Mungkin sekilas ada pertanyaan, lalu hubungan dengan OpenGovernment apa?, ya, kalau kita pernah mendengar istilah di zaman ini all on the Cloud, dimana si Cloud ini adalah Internet, kemudian OpenGovernment adalah A Country in the Cloud, saat semua tentang negara ini disimpan di Internet, terbuka untuk konsumsi publik, agar kita tahu si manager (government) membawa kita ke arah mana, kebaikankah, atau mungkin dengan hanya memikirkan diri sendiri menjerumuskan kita.

OpenGovernment sendiri hanyalah sebuah konsep pemerintahan dimana pelaku pengambil kebijakan (disini tentu pemerintah) membuka diri atas apa yang dia lakukan kepada masyarakat, dengan maksud transparansi informasi, karena hey, negara ini bisa bertahan karena pajak pemasukan dari kita juga. Sudah sewajarnya kita tahu apa yang mereka lakukan dengan kerja keras kita bersama. Agar kemudian tidak (lagi) digunakan oleh para koruptor untuk menyimpan kekayaan sendiri, juga tidak ada kasus penggelapan pajak, tidak perlu ada lagi sogok menyogok, kita bangun negara dengan keterbukaan, bersama…

Rakyat, disinilah jawaban untukmu…

Lihat Lebih lengkap spesifikasi(ide)-nya disini..

The Open Government Dialogue

dan sisihkan waktu juga untuk baca ini

Government Steps Into The Cloud

Masa Depan Pendidikan Indonesia

November 2019
Indonesia University of Education, Setiabudi, Indonesia

Suasana masih sepi di hall gedung Fakultas Pendidikan Ilmu Komputer. Meskipun perkuliahan dimulai pukul 10, biasanya mahasiswa ilkom sudah pada berkumpul di hall atau di kantin, sekedar mencari koneksi internet ataupun yang mengejar deadline pengumpulan tugas :). Banyak hal berubah disini, terutama sejak dibuat standar operasional laboratorium yang mewajibkan setiap laboratorium untuk melakukan penelitian mandiri. Bagaimana tidak, sekarang UPI sudah menjadi pusat pengembangan teknologi pendidikan internasional, International Education Development Center – IEDC ™ :). Menyedot jutaan calon mahasiswa tiap tahunnya di penjuru dunia dengan hanya 200 kursi tersedia.

Terbangun dan kembali ke dunia nyata, Indonesia memang sempat menjadi inspirasi di asia tenggara namun hal ini tidak berlangsung lama, terlalu terlena dengan alias “Macan Asia”. Kejadian diatas mungkin saja terjadi di Universitas Pendidikan Indonesia, ditambah lagi dengan dibukanya program studi ilmu komputer sejak tahun 2005, sebuah bukti bahwa UPI sadar akan pentingnya teknologi komputer dalam pendidikan.
Namun hal ini kelihatannya belum cukup, karena teknologi tidak berkembang karena keberadaan fasilitas, tapi harus juga didukung dengan SDM yang berkualitas, rasa penasaran, dan implementasi yang berkelanjutan (progressive implementation). Dalam kasus ini semua pihak civitas akademika tentu terlibat, dimulai dari mahasiswa, dosen juga staff akademis maupun staff teknis universitas.
Mahasiswa dengan kemampuan untuk mencari dan menghargai informasi di internet tentu akan meningkatkan mutu perkuliahan, karena ilmu yang didapatkan dapat dibandingkan dengan ilmu yang beredar di internet (konvensi internasional). Dosen yang dapat menggunakan teknologi informasi bisa lebih diakui keberadaannya dengan posting hasil penelitian maupun karya tulisnya di internet. Staff akademis universitas dapat meningkatkan produktivitas bekerja bila dapat memanfaatkan teknologi ini dengan baik, begitu juga dengan staff teknis yang minimalnya akan memiliki nilai lebih kehidupan dengan ilmu tambahan yang mereka miliki.
[harapan]
Program studi juga (ilmu komputer dan pendidikan ilmu komputer) baiknya memulai mengeluarkan inovasi pembelajaran yang berlaku di perkuliahan, tentunya ini harus dengan dukungan dosen-dosen yang berkualitas dan berkomitmen untuk kemajuan universitas, ditambah lagi dengan mahasiswa yang selalu haus akan ilmu baru, mengingat ranah teknologi yang kita dalami selalu berubah dan bertambah tiap menitnya. Ketergantungan pada suatu tool (bahasa pemrograman, teknologi maupun paket bundel instalasi) sudah jelas bukan hal yang baik.
~ dan (kurang lebih) standar pendidikan internasional-pun akan segera diraih UPI 🙂

Perlunya Sertifikasi Kompetensi

Perkuliahan memang masih bisa dianggap sebagai tingkat awal untuk mendalami suatu bidang keilmuan. Namun tidak sedikit yang akhirnya keluar dari perguruan tinggi, tanpa bisa menghasilkan apa-apa, akhirnya saya teringat akan pak Mario yang mengingatkan bahwa di film HellBoy terdapat suatu kalimat mutiara, yang kurang lebih artinya “Yang menjadikan seseorang bukanlah apa yang telah ia mulai, melainkan apa yang telah ia selesaikan”.  Kata ini sekarang menginspirasi saya, hehe, sebuah fakta yang pahit, bila ternyata di kampus saya kejadian seperti ini juga terjadi. Bersumber pada satu/beberapa orang, dan semua mendapat nilai bagus. Begitu mudahnya sehingga siswa menjadi berorientasi nilai, bukan kemampuan yang kelak akan menjadi tanggung jawab kepada orangtua karena telah membiayai perkuliahan, juga kepada Allah atas waktu yang telah diberikan. Dan akhirnya, menjadi bias antara siswa yang benar-benar bisa dengan siswa yang ‘tidak biasa’ – karena keduanya memiliki nilai yang setara, atau mungkin lebih bagus nilai yang bisa, yang menyakitkan bila yang tidak biasa-lah yang memiliki nilai yang lebih bagus, mmmhhm, tidak objektif.
Terpikirlah satu cara, memang cara ini belum pernah dicoba dan saya terinspirasi dari film pokemon, yaitu untuk mendapatkan peringkat yang lebih tinggi kita terlebih dahulu harus bisa mengalahkan ketua elemen tertentu(misal: karena di permainan pokemon ini ada beberapa tipe dasar, yaitu batu – air – tanaman – terbang – serangga – api – dll, si pemain harus mengalahkan ketua-ketua elemen tersebut untuk mendapatkan badge [disini sertifikat – hanya sebagai tanda saja]). Khususnya di bidang ilmu computer, hal ini bisa diterapkan dengan mudah (secara konsep, secara prakteknya memang diperlukan ketua elemen – disini penguji bidang tertentu), bidang-bidangnya sudah sangat jelas, yaitu sekitar pemrograman, database, jaringan, dan desain.. biar lebih terfokus, kita bisa membagi per-bidang tersebut menjadi bidang kecil yang lebih spesifik (misal: pemrograman(desktop, web//c, pascal, basic, cgi, php, asp,dll), database(security, design, maintenance//mysql, sqlite, msql, postgresql, oracle, dll), dll) .
Yah, memang tidak mudah untuk diwujudkan, tapi saya rasa ini bisa membantu mendukung perkuliahan, dan juga meningkatkan daya saing mahasiswa.
Berubahlah untuk maju!!

Lampu Lalu Lintas vs Listrik :: Efektifkah??

PT PLN persero beberapa waktu yang lalu menyebutkan bahwa penggunaan listrik pada sektor jalan, untuk lampu lalu lintas sangatlah tinggi. Namun pada kenyataannya masih banyak lampu lalu-lintas yang ‘tidak semestinya’ dinyalakan, disana sudah tertulis “belok kiri jalan terus”/”lurus jalan terus”, sedangkan lampunya masih tetap dalam keadaan menyala (dan berubah warna merah…hijau…kuning) , hal ini juga mestinya menjadi ‘perhitungan’ PLN.
Kejadian ini terjadi ‘hampir’ setiap hari di jalur yang selalu saya lewati, yaitu di jalan setiabudi, dan yang satu lagi di jalan simpang. Bukankan hal ini hanya menghamburkan listrik?, dengan ini saja PLN ‘bagi saya’ tidak terlihat serius dalam ‘katakan saja’ menghemat BBM yang makin sini makin sulit didapat.
Nah, hal lain terjadi di jalan pahlawan.., lampu yang akhir-akhir ini sering padam dan digantikan fungsinya oleh 2-3 orang polisi (lho, kenapa tidak 4 sekalian?, kan disitu ada 4 arah,,,). Saya tidak juga mengerti alasan mengapa lampu disana juga ‘suka’ mati. Padahal dengan digantikan oleh polisi, ke-efektifan-nya berkurang drastis, “bagi saya, siapa yang bisa melihat polisi yang terhalang oleh mobil”, jadi otomatis, ketertiban berkurang dan akhirnya terjadilah macet yang nama kerennya traffic jam.
Bukankah jika lampu yang ‘seharusnya’ dimatikan itu ‘benar’ mati, kemungkinan besar akan dapat menanggulangi ‘kekacauan’ persediaan listrik, yaa minimal di sektor itu juga, sehingga pemadaman lampu (khususnya lalu lintas) tidak perlu terjadi di daerah rawan macet seperti jalan pahlawan itu.
Ekstrimnya sih, pecahkan saja lampunya, biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh,, dan akhirnya dibawa ke kantor polisi karena telah merusak fasilitas umum…
Tapi bagaimanapun caranya, solusi yang satu ini mungkin berguna,,
AYO HEMAT PEMAKAIAN LISTRIK, SELAMATKAN LINGKUNGAN,, SELAMATKAN DUNIA KITA!!
HEMAT ENERGI, HEMAT BIAYA…