Arsip Kategori: kisah harian

Tahu Kuah Kecap

Jenis makanan sup hangat di malam hari memang mantap
Jenis makanan sup hangat di malam hari memang mantap

Resep ini hanya digunakan untuk keadaan darurat saja

Waktu sudah terlalu larut, dan sayangnya perut ini sudah meminta jatah. Lihat ke dapur, nasi tidak ada, hanya kecap dan bumbu-bumbu, di kulkas, ah, terima kasih, ada tahu. Sebenarnya ada mi instan, tapi tidaklah, saya mau sehat tanpa makan mi 🙂
Saya siapkan panci untuk masak mi, dengan air sekiranya tahu tenggelam…, dan panaskan air..
Saya siapkan juga

  1. Tahu ~ 3 potong 🙂 hmm, enak
  2. Kecap ~ gunakan saja setengah bungkus
  3. Merica ~ biar ada sensasi hangat, saya pakai satu bungkus
  4. Garam ~ 1/2 sdt
  5. Penyedap rasa (saya pake kaldu ayam) ~ 1/4 sdt saja
  6. Bawang putih ~ 2 butir diiris tebal
  7. Yaah, memasaknya sederhana,
    Setelah air panas, masukkan bawang putih (kira2 1/2 menit lah)
    Kemudian tahu sampai kira-kira setengah matang
    Campurkan dengan garam, merica, penyedap rasa dan terakhir kecap
    Tunggu sampai sekiranya bawang matang…
    … and it tastes awfully delicious and warm…

    Kembali beraksi dengan pekerjaan :), have a good night

Cara Si Tukang Cukur

Cerita ini didasarkan dari kejadian nyata yang saya alami. Apabila ada kesamaan nama tokoh maupun tempat, itu merupakan sebuah kesengajaan yang  disengaja.
Siang itu terik matahari membuat orang-orang yang di dalam ruangan kegerahan, tidak
Siang itu sinisnya terik matahari membuat orang-orang yang berjalan dibawahnya terbakar perlahan, bahkan yang berlindung di bawah naungan atap rumah-pun masih merasakan kegerahan yang diakibatkannya. Setelah kuliah pagi hari, saya memutuskan untuk pulang mengingat agenda yang telah dibuat mesti ditepati, itu adalah kuliah – cek lab – pulang – cukur rambut – beli pewangi lemari – tune up motor – isi bensin…
Waktunya cukur rambut, setelah tadi merasakan ketidakramahan matahari sepanjang jalan, pada awalnya saya berpikir bernaung di dalam ruang 4×5 dilengkapi dengan 3 kursi dan peralatan cukur akan membuat saya nyaman dan sejuk, tapi ternyata nyaman dan hangat, ditambah dengan suara radio yang menyiarkan lagu-lagu lawas indonesia, sangat cocok untuk…- tidur, tapi saya mesti dicukur. Giliran saya memang belum tiba, tapi hangatnya ruangan itu membuat saya harus melepaskan jaket yang dari tadi saya pakai sepanjang jalan untuk menghalau angin. Satu orang berlalu, dan akhirnya tiba giliran saya. Tidak suka banyak bicara, saya berkata  “Mas, pendek”. Mas tukang cukur pun langsung menggerakkan tangannya yang terampil memegang mesin cukur memangkas susunan rambut ikal yang sudah mulai menggunduk ini, sejak dulu memang saya merasa risih apabila melihat laki-laki berambut panjang, apalagi di depan cermin – saya lebih suka rambut gaya tentara – terlihat lebih rapi.
Ngg…ung, ngg…ung, suara mesin cukur belum juga berhenti, dan bagi saya itu sangat..nyaman – untuk tidur, diiringi dengan lagu lawas Indonesia, sempurna. Sedikit demi sedikit mata saya terasa berat, ngg..ung, ngg..ung, mulai terlelap, ngg..ung, tidur………… “HAI KAMANA EUY?, JADI MOAL” , si tukang cukur menjawab “JADI ATUH, URANG NGILU!!!”. Hei, saya terbangun dan degup jantung ini sudah menyegarkan saya. Ditambah dengan rasa malu. Ternyata teman si tukang cukur memulai pembicaraan itu untuk membangunkan saya… malu saya, malu…
Akhirnya, saya bangun sampai akhir dan melanjutkan agenda… (sedih)
🙂

harus menunggu di tempat parkir

laporan hari senin, 14 Juli 2008

jam 12.04, baru sampai di kampus UPI tercinta, dan seperti biasa saya memarkirkan motor revo merah-abu saya di lahan parkir pasca-sarjana (meskipun saya masih s1 ilmu komputer-fpmipa, tapi pasca-sarjana jadi tempat parkir favorit)

jam 13.00, saya punya janji untuk mengadakan ujian tambahan pemrograman visual di laboratorium pemrograman dasar (S101) JICA, karena nilai uts beberapa anak menghilang dan nilai harus ada sesegera mungkin. 2 orang (adik tingkat 2007 : iip dan novita) menghadiri ujian tambahan itu…

jam 14.15, teh nurul, kakak tingkat (2005) berencana untuk meminjam motor yang biasa saya gunakan tersebut.

jam 14.36, menerima sms, dari teh nurul, memberi tahu bahwa motornya tidak bisa dipakai karena dikunci ganda (hah???, sejak kapan saya punya kunci ganda??) udah mulai horror nih…

apa salah motor?, teh nurul dah pernah paké motor itu sebelumnya beberapa kali, ga juga, kan ada STNK, nomernya juga dah disamain..

setelah dilihat,, ternyata memang benar motor itu milik saya, dan motor itu dikunci ganda di bagian ban depan…

hal horror terjadi di tempat parkir pasca-sarjana, karena setelah dilihat, disamping motor merah saya terdapat motor merah lain merk honda, tipe supra x, dan tempat parkir sudah sempit… mungkin karena itu,, si pemilik supra itu terburu-buru, dan akhirnya dia salah mengunci motor, yang harusnya supra tapi malah motor saya yang dikunci..

yang lebih dikhawatirkan adalah, si pemilik motor supra x itu pulang tanpa mencabut kunci gandanya dari motor revoku.. 😦 tidaaaak… semoga hal itu tidak terjadi…