Dijit Theme Tester

Sekilas Mengenai Dojo Toolkit

Dojo Toolkit Logo
Dijit Theme Tester

Penggugah Selera

Siapa yang sekarang tidak tahu bahwa perkembangan web sangatlah pesat, juga bagian-bagiannya, CSS sudah sampai ke CSS3, HTML sudah HTML5, juga Javascript masing-masing dikembangan sesuai dengan kebutuhan manusia, yang ringan namun esensi, seperti membaca koran, ensiklopedi, bahkan sampai kehidupan sosial kini bisa dilakukan lewat Internet.

Semuanya dapat dilakukan dengan teknologi web 2.0, yang diantaranya Javascript untuk meningkatkan Pengalaman / Kesan Penggunaan (UX ~ User eXperience)

Javascript memang sudah lama berkembang, setelah dianggap anak tiri dalam dunia pemrograman sebelum tahun 2000, akhirnya penggunaan Javascript kembali dilirik setelah Google mempopulerkan AJAX (Asynchronous Javascript and XML) di fitur Google Suggest-nya.

Awal dari Dojo Toolkit

Beberapa tahun setelah kebangkitan Javascript, 25 April 2004, ditulislah kode yang kemudian menjadi cikal bakal Dojo Toolkit, sebuah Javascript Framework yang menyediakan penyederhanaan fungsi scripting dengan javascript sampai ke pembuatan RIA (Rich Internet Application) yang kompleks.

Lisensi dari Dojo Toolkit yang memungkinkan agar komunitas dapat berkontribusi dan dimasukkan kedalam versi resmi menyebabkan Dojo Toolkit menjadi kesatuan yang utuh, yang bisa dikatakan unggul pada bidangnya.

Paket modular sangat membantu para web developer untuk membuat web yang interaktif dengan struktur yang mudah dimengerti. Ditambah lagi sebuah kesatuan antara Javascript library, dengan Widgeting system memperkokoh posisi Dojo Toolkit sebagai Javascript Framework sebenarnya.

Penyederhanaan Javascript

Selain Dojo Toolkit, mungkin kita pernah mendengar ataupun bahkan mencoba jQuery, mootools, prototype, scriptaculous, ExtJS (sekarang Sencha), YUI, dll. Yang kesemuanya adalah mengenai javascript. Tapi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam satu sisi dan lainnya.

Pada penggunaan praktis dan cepat jQuery terhitung paling populer, namun yang disediakan oleh jQuery ini terbatas pada fungsi DOM, Ajax, animasi, dan fungsi dasar lainnya, untuk widget harus menggunakan jQuery UI, sedangkan fungsi lainnya terdapat banyak plugin yang tersebar di penjuru internet.

Mootools, prototype, scriptaculous, berperan kurang lebih sama dengan jQuery, menyediakan fungsi dasar DOM, Ajax, animasi dan beberapa fungsi dasar lain, dan bisa diberikan fungsi lain dengan menyisipkan plugin yang tersebar di internet.

ExtJS (Sencha) dan YUI bisa dikatakan lebih mirip dengan Dojo Toolkit, menyediakan fungsi-fungsi dasar, juga menyediakan widgeting system.

Dojo Toolkit di Dunia Nyata

Didukung penuh oleh SitePoint dalam pengembangannya, juga disisipkan dalam Zend Framework sebagai library javascript, berarti kemampuannya sudah tidak bisa dianggap remeh lagi. Digunakan juga oleh IBM, AOL untuk bagian dari infrastuktur mereka.

Dilihat dari jumlah pengguna yang banyak dari perusahaan menengah keatas, maka Dojo Toolkit cocok bila dikatakan sebagai Ajax Framework untuk enterprise.

Dojo Toolkit untuk Mobile

Dengan terus berkembangnya teknologi web ini, juga tren yang mulai mengarah ke mobile device, Dojo Toolkit semenjak versi 1.5 menyertakan dojox.mobile agar pengguna mobile device merasa betah dan nyaman dalam menggunakan aplikasi yang dibangun dengan Dojo Toolkit. Meskipun dojox.mobile baru lahir, tapi dengan kekuatan komunitas, dan konsistensi paket bundel, Dojo Toolkit tidak bisa dianggap remeh.

Mari Mulai

Memanggil Dojo Toolkit bisa dikatakan sangatlah mudah untuk komputer yang terkoneksi ke internet, cukup dengan satu baris kode saja di file HTML.

<script src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/dojo/1.5/dojo/dojo.xd.js"></script>

Dengan memanggil dari sumber CDN Google, sekarang fungsi Dojo sudah bisa digunakan.

<script type="text/javascript">
dojo.ready(function(){
    // disini fungsi dojo bisa dipanggil
});
</script>

tapi jika anda tidak terkoneksi ke internet, yang bisa dilakukan adalah mendownload terlebih dahulu paket Dojo Toolkit di dojotoolkit.com, dan panggil dalam baris kode berikut

<script src="<i>path_ke_dojo</i>/dojo.js"></script>

Dengan begitu, dojo sudah bisa digunakan, tapi mengingat bahwa dojo digunakan untuk empowering the web, alangkah baiknya jika path tersebut mengarah ke http web server (Apache, Nginx, IIS).

Ke Mana Lagi Sekarang

Jika anda masih belum puas tentang awal ini, sumber-sumber dibawah ini juga bisa digunakan sebagai referensi lanjutan.

Sebenarnya anda tidak perlu mencari lagi referensi lain, karena setiap pekannya saya akan jelaskan satu dan lain hal tentang Dojo Toolkit di blog ini.

Iklan

5 thoughts on “Sekilas Mengenai Dojo Toolkit”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s