Perlunya Sertifikasi Kompetensi

Perkuliahan memang masih bisa dianggap sebagai tingkat awal untuk mendalami suatu bidang keilmuan. Namun tidak sedikit yang akhirnya keluar dari perguruan tinggi, tanpa bisa menghasilkan apa-apa, akhirnya saya teringat akan pak Mario yang mengingatkan bahwa di film HellBoy terdapat suatu kalimat mutiara, yang kurang lebih artinya “Yang menjadikan seseorang bukanlah apa yang telah ia mulai, melainkan apa yang telah ia selesaikan”.  Kata ini sekarang menginspirasi saya, hehe, sebuah fakta yang pahit, bila ternyata di kampus saya kejadian seperti ini juga terjadi. Bersumber pada satu/beberapa orang, dan semua mendapat nilai bagus. Begitu mudahnya sehingga siswa menjadi berorientasi nilai, bukan kemampuan yang kelak akan menjadi tanggung jawab kepada orangtua karena telah membiayai perkuliahan, juga kepada Allah atas waktu yang telah diberikan. Dan akhirnya, menjadi bias antara siswa yang benar-benar bisa dengan siswa yang ‘tidak biasa’ – karena keduanya memiliki nilai yang setara, atau mungkin lebih bagus nilai yang bisa, yang menyakitkan bila yang tidak biasa-lah yang memiliki nilai yang lebih bagus, mmmhhm, tidak objektif.
Terpikirlah satu cara, memang cara ini belum pernah dicoba dan saya terinspirasi dari film pokemon, yaitu untuk mendapatkan peringkat yang lebih tinggi kita terlebih dahulu harus bisa mengalahkan ketua elemen tertentu(misal: karena di permainan pokemon ini ada beberapa tipe dasar, yaitu batu – air – tanaman – terbang – serangga – api – dll, si pemain harus mengalahkan ketua-ketua elemen tersebut untuk mendapatkan badge [disini sertifikat – hanya sebagai tanda saja]). Khususnya di bidang ilmu computer, hal ini bisa diterapkan dengan mudah (secara konsep, secara prakteknya memang diperlukan ketua elemen – disini penguji bidang tertentu), bidang-bidangnya sudah sangat jelas, yaitu sekitar pemrograman, database, jaringan, dan desain.. biar lebih terfokus, kita bisa membagi per-bidang tersebut menjadi bidang kecil yang lebih spesifik (misal: pemrograman(desktop, web//c, pascal, basic, cgi, php, asp,dll), database(security, design, maintenance//mysql, sqlite, msql, postgresql, oracle, dll), dll) .
Yah, memang tidak mudah untuk diwujudkan, tapi saya rasa ini bisa membantu mendukung perkuliahan, dan juga meningkatkan daya saing mahasiswa.
Berubahlah untuk maju!!

Iklan

4 thoughts on “Perlunya Sertifikasi Kompetensi”

  1. wah ada yang ngerasa jadi korban ketidakberesan nilai nih, ampe posting yang beginian.
    terus fa, kalo solusinya gimana biar ga bias antara mhs yang benar-benar mampu (skill) ama mhs yang hanya orientasi nilai (wah gw kesinggung)…

    dasar maniak film animasi, segala berfilosofi ke sana, ga da yang bisa di jadiin pijakan ya *ditimpuk khalifa*

    yu..ah kita maju…(secara di usir dari JICA)…

  2. yah, kurang lebih seperti itu,
    maksudnya itu biar ada ‘persaingan’ diantara mahasiswa, dan biar skill juga jadi ‘gengsi’-antar-mahasiswa,
    pokoknya dijamin jitu lah, kan dengan cara seperti ini kita jadi tahu di tingkat mana kita berada

    yu..ah kita maju…(secara di usir dari JICA)…
    kalo yang satu ini, saya juga sedih, *diiringi muka madesu*

  3. Setoedjoe… khalifa, kita mungkin termasoek yang bernasib sama.

    Dengan kata lain, kuliah kita itu tidak terlaloe soelit jika orientasinya nilai. cukup dateng kuliah, ngisi absen, numpang kerdja kelompok, UTS n UAS luak-lieuk. Beres deh urusan (di dunia aja). Tapi skill teknis kurang menggigit.

    itoelah, telah terdjadi inflasi nilai kuliah di beberapa djurusan di soeatu universitas.

    Perdjoeangan blum usai. maen ke saya ya ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s